Siswa SMA Adakan Puja Prarthana

0
61
Caption: Gelaran upacara Puja Prarthana digelar di Pura Agung Blambangan, Muncar, Banyuwangi.

MUNCAR (kabarbanyuwangi.co.id) – Siswa-siswi kelas 12 yang beragama Hindu dari tiga sekolah yaitu SMAN 1 Rogojampi, SMAN 2 Genteng, dan SMAN 1 Srono, menggelar upacara Puja Prarthana di Pura Agung Blambangan yang ada di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Sabtu (23/2/2019).

Upacara tersebut digelar untuk menghadapi jelang pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tahun pelajaran 2018/2019 ini.

Menurut Guru pembina mata pelajaran (Mapel) agama Hindu di ketiga sekolah tersebut, Eko Prastyo, S.Pd.H. mengatakan, bahwa gelaran upacara persembahyangan itu dimaksudkan untuk mengajak para siswa yang didampingi orang tua masing-masing itu melakukan doa bersama di Pura Agung Blambangan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

“Tujuan utama persembahyangan itu diharapkan para siswa diberi kelancaran saat hadapi ujian-ujian sekolah nanti,” terangnya.

Selain diberi kelancaran, lanjutnya, para siswa juga memohon kelulusan dengan nilai yang baik supaya bisa diterima di perguruan tinggi negeri. Dan, persembahyangan bersama ini sama pentingnya dengan belajar.

“Selain mempersiapkan diri secara akademik, mereka juga perlu mengimbanginya dengan upaya spiritual,” katanya.

Eko menambahkan, dalam persembahyangan di Pura Agung Blambangan yang dipimpin Romo Mangku itu, para siswa menghaturkan sesaji bebantenan berupa Pejati dan Ambengan.

Caption: Siswa-siswi saat pelaksanaan upacara Puja Prarthana digelar di Pura Agung Blambangan, Muncar, Banyuwangi.

Usai persembahyangan memanjatkan lantunan doa, mereka diperciki tirta atau air suci sebagai simbol pembersihan diri.

“Sebelumnya, acara persembahyangan itu lebih dulu diawali pembacaan kitab suci Bhagawad Gita diwakili oleh dua siswa,” cetusnya.

Persembahyangan yang diawali pukul 17.00 WIB tersebut menghadirkan Drs. Joko Setioso, Duta Dharma atau penceramah dari Bumi Blambangan. Dalam paparan Dharma Wacananya, ia menekankan betapa pentingnya caracter building atau pembangunan karakter yang harus dimiliki oleh setiap siswa.

Pembangunan karakter itu sebagai modal dasar setiap siswa untuk menyongsong pekembangan zaman yang semakin hari semakin berkembang sangat cepat.

“Pembangunan karakter itu sangat urgent bagi setiap siswa. Karena hal itu merupakan benteng terakhir untuk menghadapi gempuran budaya asing yang setiap detik menerjang,” pungkasnya. (C1)