Satu Tewas Dua Hilang Terseret Arus

0
609
Tim gabungan menyisir sungai untuk mencari Agus, peserta tubing yang dikabarkan hilang terseret arus sungai.

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id) – Satu orang dinyatakan tewas dan dua orang lainnya masih hilang akibat terseret arus. Proses pencarian terus dilakukan tim gabungan dari kepolisian, TNI dan Basarnas dibantu warga sampai Kamis (07/12/2017) siang.

Satu orang yang ditemukan tewas bernama  Febri (17). Pemuda Dusun Krajan, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo ini tenggelam saat berenang di Pantai Kemenduran desa setempat. Sedangkan yang dalam proses pencarian atas nama Rio (14), rekan satu dusun korban.

Menurut Iptu Kusmin, keduanya mengalami musibah pada Rabu (06/12/2017), sekitar pukul 15.00 WIB. Sebetulnya yang mandi di laut ada 8 orang. Selain Rio dan Febri, ada Bagus (14), Fajar (14), Ansori (16),  Dimas (14) dan Bayu (9), yang tinggal satu desa. Nahasnya, acara mandi di laut itu justru berujung petaka.

“Dari keterangan saksi, Febri berusaha menolong dua rekannya, Dimas dan Rio yang terseret arus. Dimas berhasil diselamatkan, tapi Rio terlanjur tenggelam karena tak bisa berenang,” papar perwira pertama dengan tanda pangkat dua balok emas di pundak.

Kapolsek Wongsorejo ini menceritakan, upaya Febri untuk menyelamatkan Rio justru berakhir duka. Sekitar pukul 16.00 WIB, pemuda ini ditemukan pingsan oleh warga dan petugas. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Wongsorejo. Namun tim medis menyatakan pemuda ini meninggal dunia.

“Proses pencarian terhadap Rio terus kita lakukan sejak Rabu sore sampai Kamis siang. Tapi upaya tim gabungan belum membuahkan hasil. Pencarian di tengah Perairan Watudodol, Bengkak, Tabuhan dan Bimorejo sempat dihentikan lantaran terhalang cuaca buruk,” kisahnya.

Proses pencarian serupa juga dilakukan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Basarnas serta warga di wilayah Songgon. Tim ini turun sungai di Dusun Mangli, Desa/Kecamatan Songgon untuk mencari Agus yang dinyatakan hilang pasca mengikuti  latihan tubing (arung jeram menggunakan ban) pada Rabu (06/12/2017), pukul 15.45 WIB.

Dijelaskan oleh AKP Bakin, sama seperti peristiwa di Wongsorejo, korban menjalani olahraga air tidak sendiri. Bersamanya ada 5 pemuda lain. Yakni, Kiki, Hobib, Dian, Jikin dan Sofa. Start tubing diawali dari belakang makam Dusun Pakis, Desa Songgon dan mestinya finish di WTS Dusun Mangli desa setempat.

“Agus terbawa arus dan hanyut karena arus air sungai yang deras akibat diguyur hujan. Lima rekannya selamat semua,” tukas Kapolsek Songgon pengganti AKP Suwanto Barri yang memasuki masa pensiun.

Nah, sekitar jam 16.15 WIB, pelampung warna doreng yang semula dikenakan korban mengambang melewati aliran sungai di bawah jembatan Dusun Cemoro, Desa Balak, Kecamatan Songgon. Sampai Kamis siang proses pencarian masih terus dilakukan.

“Apabila sampai Kamis sore tidak ketemu, pencarian akan kita lanjutkan hingga hari ketujuh pasca kejadian,” pungkas Kapolsek yang masih merangkap sebagai Kasubaghumas Polres Banyuwangi.

Musibah yang terjadi di dua lokasi berbeda ini sama-sama terjadi pada Rabu sore. Pesertanya lebih dari lima orang. Penyebab musibah ditengarai akibat derasnya arus laut dan sungai.

SUBAHRODIN YUSUF