Zulfikar : Pemilu 2019 Jangan Golput, Harus Berperan Aktif Dalam Pembangunan Bangsa

0
30
Caption : Situasi pendidikan politik di Ponpes LDII Arroyan, Dusun Kampungbaru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.

GAMBIRAN (kabarbanyuwangi.co.id) – Fungsionaris DPP Partai Golkar Zulfikar Arse Sadikin, S.I.P, MSi, menggelar pendidikan politik di Pondok Pesantren LDII Arroyan, Kamis (4/3/2019).

Kegiatan di Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, ini sengaja digeber guna mendorong partisipasi politik kaum santri dalam Pileg dan Pilpres, 17 April 2019 mendatang.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPD LDII Banyuwangi, Drs Astro Junaedi, Komisioner KPUD Banyuwangi, Edy Syaiful Anwar, pengasuh pesantren LDII Arroyan, KH Hazmi Mabruri, serta ratusan perwakilan jamaah LDII se Bumi Blambangan.

“Sejarah mencatat, negeri ini hadir atas perjuangan para santri dan ulama, maka sudah menjadi kewajiban, kaum santri untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan bangsa, dan salah satu jalan adalah tidak golput dalam Pemilu,” ucap Zulfikar Arse Sadikin.

Pria yang juga Caleg DPR RI Nomor Urut 1 Dapil 3 Jatim ini menyampaikan, bahwa politik itu baik. Karena di Indonesia politik adalah alat dalam mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Namun, masih kata Zulfikar, nama baik politik kerap kali tercoreng oleh ulah oknum. Dalam hal ini oknum kader partai politik. Untuk itu, seluruh santri dan masyarakat wajib menggunakan hak pilih dengan lebih bertanggung jawab.

“Untuk memilih Caleg, pastikan dia orang baik, karena masa depan masyaralat selama lima tahun kedepan menjadi taruhan,” tegas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Guna membakar semangat partisipatif dari para santri dan jamaah LDII, caleg DPR RI Partai Golkar tersebut juga mengulas sedikit tentang sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia. Dimana ulama dan santri rela berkorban harta dan nyawa demi cita-cita memberi hadiah kemerdekaan terhadap anak cucu bangsa Indonesia.

Dia juga menjabarkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu dihadapkan dengan berbagai aturan. Dan harus diakui, berbagai aturan yang diterapkan tersebut adalah produk politik.

Caption : Situasi pendidikan politik di Ponpes LDII Arroyan, Dusun Kampungbaru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran

“Karena itu, tidak ada alasan santri dan masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilih dalam Pileg dan Pilpres mendatang, ini adalah saatnya santri tampil dan berperan serta dalam pembangunan bangsa,” tegas Zulfikar.

Ketua DPD LDII Banyuwangi, Drs Astro Junaedi, menyambut baik kegiatan pendidikan politik yang digelar Caleg DPR RI Partai Golkar Nomor Urut 1 dari dapil 3 Jatim. Menurutnya, diera kemajuan jaman dan cepatnya arus informasi, santri dan masyarakat harus lebih peka, peduli dan benar-benar paham tentang politik.

“Santri dan masyarakat harus lebih cerdas, dan saat ini adalah momentum santri dan masyarakat untuk turut mensukseskan Pileg dan Pilpres,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KPUD Banyuwangi, Edy Syaiful Anwar, menjabarkan tentang prosedur dan tahapan Pileg dan Pilpres 2019. Termasuk menjelaskan tentang warna surat suara.

“Hijau untuk DPRD Kabupaten atau Kota, biru untuk DPRD Provinsi, kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, dan warna abu-abu untuk Presiden dan Wakil Presiden,” jelas Edy.

Dipenghujung acara, Caleg DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menyerahkan cindera mata berupa piagam penghargaan kepada Ketua DPD LDII Banyuwangi dan Komisioner KPU D Banyuwangi. (Yoga)