Wanita Cantik Saat Penangkapan Politisi Andi Arif, IPW Desak Polri Transparan

0
23
Caption : Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW).

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id)  – Ketua Presidium Indonesia Police Wach (IPW) Neta S Pane, mendesak polisi agar menjelaskan secara transparan tentang wanita cantik yang bersama Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief saat ditangkap mengunakan narkoba di kamar Hotel Peninsula, Jakarta Barat. Sehingga bisa terungkap secara transparan, apa sesungguhnya peran wanita itu, apakah sebagai pemasok narkoba atau sekadar teman kencan.

Dalam siaran pers nya yang dikirim ke media ini, Selasa (5/3/2019) siang, disebutkan IPW mendapat informasi, saat ditangkap Andi Arif bersama wanita muda cantik berkulit putih, mengenakan tanktop merah muda, bercelana jeans dan sepatu warna perak serta berjam tangan kulit coklat. Selain wanita itu, polisi juga menemukan tas perempuan warna hitam di sudut kamar hotel, yang diduga milik wanita yang bersama Andi Arif.

“Namun dalam keterangan resmi yang dilakukan Polri, keberadaan wanita itu tidak dijelaskan. Sehingga muncul opini di masyarakat bahwa dalam menggunakan narkoba di kamar hotel itu, Andi Arief hanya seorang diri. Padahal sesungguhnya saat itu ada orang lain, yakni seorang wanita cantik,” sergah Neta S Pane.

IPW berharap, dalam menangani kasus narkoba Polri harus bersikap transparan dan tidak melindungi pihak pihak tertentu.

“Jika polisi tidak bersikap transparan, apalagi bersikap diskriminatif, kondisi Indonesia yang sudah Darurat Narkoba saat ini akan semakin parah. Jika para politisi sudah menjadi budak narkoba, pemberantasan narkoba seperti ini, apalagi yang bisa diharapkan di negeri ini. Sebab bagaimana pun pemberantasan narkoba perlu keputusan politik yang solid agar para bandar narkoba internasional tidak terus menerus mempecundangi bangsa ini,” papar Pane.

Sebab itu, kata Pane, keberadaan wanita bersama Andi Arief itu menjadi penting dan perlu diungkap polisi secara transparan. Sehingga bisa diketahui apa sesungguhnya peran wanita itu.

“Bukan mustahil Andi Arief sebagai politisi yang selama ini kritis dan berseberangan dengan penguasa itu dijebak pihak tertentu agar tidak bersuara lagi menjelang Pilpres 2019. Jika itu yang terjadi, tentu patut dipertanyakan, siapa wanita itu. Atau justru Andi Arief sesungguhnya pemakai berat narkoba dan sudah menjadi budak narkoba yang sudah masuk dalam radar kepolisian,” lontar aktivis pengamat kinerja kepolisian ini.

Terlepas dari semua itu, lanjutnta, partai partai politik di negeri ini sudah patut waspada menghadapi serangan para bandar narkoba yang berusaha merusak kader dan citra partainya.

“Di sisi lain, jajaran kepolisian jangan pernah takut untuk memberantas narkoba, meskipun melibatkan elit elit partai maupun elit politik,” pungkas Pane. (bw1)