Usai Berhubungan Seks Malah Tambah Stres, Apa Penyebabnya?

0
56

SEKS adalah aktivitas yang seharusnya membawa kebahagiaan. Namun sebagian orang justru merasa makin stres setelah berhubungan intim. Anda juga pernah mengalaminya? Penasaran apa penyebabnya?

Dalam dunia medis, perasaan stres dan tertekan yang muncul sesaat setelah hubungan seks disebut dengan post-sex blues atau dysphoria postcoital atau tristesse postcoital.

Selain stres, post-sex blues juga menimbulkan perasaan sedih yang mendalam, gelisah, kecenderungnan depresi, hingga menangis karena dihantui oleh perasaan bersalah atau menyesal setelah berhubungan intim. Beberapa orang bahkan sampai bertengkar dengan pasangan setelahnya.

Menariknya, segala emosi negatif ini sama sekali tidak muncul selama Anda dan pasangan berhubungan seks. Anda dan pasangan tetap merasakan seks yang penuh gairah, romantis, dan memuaskan.

Post-sex blues bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Meski demikian, berbagai penelitian yang ada sampai saat ini melaporkan bahwa wanitalah yang lebih rentan mengalami stres setelah berhubungan intim.

Sebuah penelitian menyebutkan sekitar 46 persen wanita mengalami gejala post sex blues atau dysphoria postcoital setidaknya sekali dalam hidupnya. Sementara itu, penelitian yang lebih anyar terbitan Journal Sex & Marital Therapy tahun 2018 menyatakan kondisi ini dialami sebanyak 41 persen pria setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Apa penyebabnya?

Kondisi ini bisa dibilang cukup umum. Meski begitu, para pakar kesehatan belum yakin benar apa yang jadi penyebab pastinya. Dikutip dari Psychology Today, sejumlah penelitian menduga stres setelah berhubungan intim bisa muncul bersumber dari kombinasi berbagai faktor; semisal faktor genetik, biologis tubuh, dan kondisi psikologis itu sendiri dari orang tersebut.

Seorang terapis seks sekaligus konselor, Denies Knowles, berpendapat bahwa kemunculan stres bisa saja terjadi karena berbagai hormon tubuh naik turun tidak menentu saat berhubungan seks yang memengaruhi bagian otak pengatur reaksi emosional.

Ketika berhubungan seks, tubuh akan memproduksi hormon endorfin, prolaktin dan oksitosin dalam jumlah yang cukup besar. Peningkatan tiga hormon tersebutlah yang membuat seks terasa enak dan membahagiakan. Nah setelah turun dari klimaks, kadar hormon-hormon ini akan surut drastis sehingga malah berbalik memunculkan emosi negatif.

Stres harian dan trauma masa lalu bisa memicunya

Seperti yang telah dijabarkan di atas, kemunculan stres setelah berhubungan intim bisa dipengaruhi oleh naik turunnya hormon alami tubuh.

Nah jika Anda termasuk orang yang mudah stres atau tertekan, besar kemungkinan reaksi emosional yang Anda rasakan setelah bercinta adalah semakin gusar. Apalagi jika alam bawah sadar Anda masih disibukkan dengan “teror” stres harian, seperti masalah rumah tangga atau pekerjaan kantor.

Terlebih, seks adalah suatu bentuk ikatan dan kepercayaan. Untuk orang-orang yang cenderung lebih sensitif, berhubungan intim bisa membuat emosinya semakin meluap-luap. Rasa kewalahan itu bisa jadi muncul karena ia merasa rapuh atau takut kehilangan setelah membuka dirinya pada orang lain, atau justru merasa bersalah karena melakukan seks yang selama ini dianggap tabu.

Para ahli juga menyatakan bahwa trauma kekerasan seksual di masa lalu juga bisa menjadi salah satu faktor pemicunya. Pada sebagian orang, trauma dapat menetap selama seumur hidup. Mereka bisa tiba-tiba saja mengingat kejadian yang pernah menimpanya setiap kali berhubungan seks, meski dengan orang yang dicintai.

Namun, masih banyak faktor-faktor pemicu lainnya yang masih belum terungkap dan perlu diteliti lebih dalam.

Apabila Anda merasa stres setelah berhubungan seks, tidak apa untuk minta waktu menyendiri pada pasangan jika ingin.

Tidak perlu dulu langsung menjelaskan apa alasannya, karena Anda sendiri mungkin tidak tahu mengapa Anda merasa kewalahan. Atur napas perlahan dan kosongkan pikiran Anda sejenak. Bayangkan hal-hal yang bisa membuat Anda bahagia.

Setelah agak tenang, Anda bisa katakan padanya bahwa Anda merasa gusar dan tidak nyaman bukan karena ia berbuat kesalahan atau melakukan hal yang tidak Anda sukai saat seks tadi. Dengan begitu, pasangan Anda juga jadi lebih tenang. Tidak ada salahnya juga untuk minta kelonan atau pelukan darinya untuk menenangkan diri.

Ada banyak survei yang membuktikan Anda bukanlah satu-satunya orang yang bisa merasa stres setelah seks. Namun jika ini terus terulang dan semakin menggerogoti jiwa Anda, bahkan mungkin sampai meregangkan hubungan dengan si dia, maka Anda perlu berkonsultasi pada terapis seks.

Terapis akan membantu mencari tahu apa pemicu spesifiknya yang membuat Anda selalu merasa stres setelah berhubungan intim. Selain itu, terapis juga akan membantu Anda untuk merencanakan solusinya serta menguatkan komunikasi dengan pasangan untuk bersama-sama menghadapi masalah.

Hal yang terpenting adalah kerja sama dan usaha untuk terus saling memahami satu sama lain.

Reporter: –
Editor/Publisher: Eko Prastyo