Soal Pencairan Dana Bumdes, Ketua Lama dan Kades Wringinpitu Saling Tuding

0
90
Caption : Suasana rapat bumdes dengan warga di Kantor Desa Wringinpitu Tegaldlimo.

TEGALDLIMO (kabarbanyuwangi.co.id) – Dugaan banca’an keuangan bumdes yang bersumber dari pengelolaan air sumur bor di Desa Wringinpitu Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi, terus menggelinding.

Hal itu setelah warga mempertanyakan tentang keuangan pengelolaan pemanfaat air sumur bor yang dikelola bumdes. Bahkan sempat berganti kepengurusan, hingga terkuak tidak terincinya secara adminsitrasi serta ditemukan banyak kegiatan yang tidak diketahui oleh masyarakat.

Menurut Jatmiko, ketua Bumdes lama ketika dikonfirmasi menuturkan, penggunaan dana bumdes sesuai dengan kegiatan disetujui dan mendapat ijin Kepala Desa (Kades) Wringinpitu, Budi Purnomo.

“Dana-dana yang saya keluarkan, baik itu dana perjalanan keluar kota, dana yang dipinjam beberapa pihak apakah itu orang dinas, anggota bumdes dan pihak lain, itu semua sepengetahuan serta seijin Pak Kades. Saya tidak mungkin berani mengeluarkan uang tanpa seijin atasan (Kades),” ungkap Jatmiko, Jumat (5/4/2019).

Caption : Suasana rapat bumdes dengan warga di Kantor Desa Wringinpitu Tegaldlimo.

Menanggapi pernyataan Jatmiko yang mengatakan bahwa pengeluaran dana bumdes semuanya seijin dirinya, Kades Wringinpitu Budi Purnomo pun berkelit bahwa dirinya tidak pernah mengijinkan hal tersebut.

Menurut Budi Purnomo, dirinya tidak serta merta menyetujui pengeluaran dana bumdes tersebut. “Saya tidak serta merta mengijinkan dana bumdes yang di keluarkan oleh Jatmiko. Bumdes itu kan ada pengurusnya, jadi ketika mengeluarkan anggaran saya suruh rapat pengurus dulu. Terkait dana yang dipinjam oleh beberapa pihak, itu harus jelas akatnya,” dalihnya.

Kades Budi juga menegaskan, jika benar itu buat pesangon orang dinas dan dipinjam oleh beberapa pihak, maka bumdes harus mempertanggung jawabkan semua itu.

“Ya kalau itu dipinjam beberapa pihak, maka bumdes lama waktu itu harus mendatangkan pihak-pihak yang meminjam dan harus mengembalikan. Karena ini aset bumdes, maka harus dikembalikan pada bumdes,” lontar Kades Budi dengan sedikit berbelit-belit.

Diketahui, rapat antara warga dan bumdes di pendopo Kantor Desa Wringinpitu pada Jumat (5/4/19) berjalan sedikit panas. Bahkan warga membubarkan diri sebelum rapat ditutup karena tidak puas atas jawaban yang diberikan ketua bumdes lama yang waktu itu melakukan tarikan dana pada kelompok petani pengelola air sumur bor. (Apong/Juma’at)