Siswa SD Menorah Banyuwangi Takut Politik Karena Bisa Dipenjara

0
42
Caption : Siswa SD Menorah saat berdiog dengan Michael Edy Hariyanto, Ketua DPC Partai Demokrat.

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id) – Kejujuran identik dengan anak-anak. Hal ini sering terjadi juga dengan apa yang mereka maui, pasti akan disampaikan apa adanya. Seperti yang terjadi saat puluhan siswa SD Menorah Banyuwangi belajar mengenal politik. Pertanyaan dan ungkapan hati tentang politik mereka sampaikan dengan lugas.

Adalah Jerusiah (11), salah satu siswa, mengaku tidak ingin masuk ke dunia politik. Bahkan dia merasa takut. Sebab, dalam pandangannya dunia politik jika salah sedikit maka akibatnya bisa fatal.

“Saya takut jadi presiden, takut jadi (anggota) partai politik. Seperti Pak Ahok (mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama), salah bicara satu kata saja masuk penjara,” lontarnya saat berdiskusi dengan Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, Kamis (17/1/2019).

Kendati masih duduk di bangku SD,  mereka cukup kritis. Meski tidak banyak,   mereka sedikit banyak tahu tentang politik melalui media massa. Sehingga diskusi berjalan lumayan hidup. Diantara mereka ada yang menanyakan enak mana jadi anggota DPR atau jadi pengurus partai.

Siti sofiah, salah satu guru yang mendampingi para murid SD itu menyatakan, kunjungan ke kantor DPC Partai Demokrat itu merupakan bagian dari kegiatan field trip yang dilakukan murid kelas V dan VI SD Menorah. Kegiatan belajar politik itu merupakan bagian dari pelajaran PKN dan IPS.

“Tiap bulan temanya ganti. Tema bulan ini kebetulan tentang organisasi dan politik,” ungkapnya di sela-sela mendampingi anak didiknya.

Dengan kegiatan ini, dia berharap, murid-muridnya mengenal politik itu apa. Dalam field trip, kata perempuan yang dipanggil Sofi ini, para siswa itu juga belajar untuk menjadi seorang pemimpin. Salah satu caranya dengan belajar melalui pemimpin idolanya atau pemimpin yang ada di sekitar mereka.

Jadi, sambungnya, anak-anak mengenal tentang politik itu apa. Dan anak-anak juga belajar menjadi seorang pemimpin. Mereka belajar melalui pemimpin idola dan pemimpin yang ada di sekitar mereka.

“Mereka sering bertanya tentang politik yang tidak bisa kami jawab, dengan kegiatan ini mereka bisa mendapatkan jawaban langsung,” katanya.

Sementara itu, Michael Edy Haryanto mengaku tidak menyangka para siswa SD itu begitu antusias tentang partai politik. Dirinya mengaku bangga mereka mau datang dan ingin belajar politik. Menurutnya, pekan lalu, pihak sekolah datang untuk menyampaikan keinginan muridnya untuk bertemu.

“Mereka antusias untuk tahu tentang politik,” ungkapnya.

Michael menyatakan, para siswa itu rata-rata ketakutan tentang politik. Diapun menjelaskan, melalui politik bisa berbuat banyak untuk rakyat. Karena menurutnya dengan politik inilah kita bisa mengubah, membantu dan menolong rakyat khususnya di Banyuwangi.

Lebih jauh dijelaskannya, anak-anak itu tidak tahu kehidupan di Banyuwangi bagaimana. Masih banyak masyarakat banyuwangi yang kekurangan, yang miskin. Melalui politik inilah perjuangan untuk menyelamatkan Banyuwangi dari kemiskinan.

“Supaya mereka sejahtera,” ucapnya.

Reporter: Bw1
Editor/Publisher: Eko Prastyo