Sambut Nataru, PT ASDP Ketapang Luncurkan Mobil Layanan

0
66
Direktur Keuangan PT ASDP Djunia Satriawan (pakai kacamata) didampingi GM ASDP Ketapang Elvi Yosa meninjau loket.

KETAPANG (kabarbanyuwangi.co.id) – Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018, Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi menyiapkan dua unit kendaraaan layanan bagi penumpang. Dua unit kendaraan ramah lingkungan bertenaga baterai ini diperuntukkan bagi penumpang kapal yang baru sandar maupun hendak menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali dengan barang bawaan ekstra.

Kendaraan ini secara resmi diperkenalkan oleh General Manager PT ASDP Ketapang, Elvi Yosa, Minggu (24/12/2017), kepada para media di Pelabuhan ASDP Ketapang. Sarana plus ini akan dioperasikan selama libur Nataru berlangsung. Tehnisnya, kendaraan ini akan membawa penumpang dan barang jika diminta oleh pihak kapal.

“Misalnya di dermaga ada penumpang yang sakit atau membawa barang yang besar dan berat bisa kita angkut dengan mobil layanan. Ini merupakan bentuk inovasi di Pelabuhan ASDP Ketapang,” tukas Elvi sebelum mencoba kelincahan kendaraan ini bersama wartawan mengitari Pelabuhan Ketapang.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT ASDP Djunia Satriawan mengungkapkan, Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk lebih besar daripada Pelabuhan Merak – Bakahuni. Meski terjadi lonjakkan penumpang, aktivitas bongkar muat berlangsung lancar. Hasil pengamatan yang Ia lakukan, tidak terjadi antrian panjang kendaraan di pintu dermaga.

“Parkir penampungan boleh dikatakan cukup lengang. Tapi bila dilihat ketika kendaraan hendak masuk kapal, cukup ramai. Namun setelah proses pemuatan selesai, kendaraan yang antri di pintu dermaga habis,” jelasnya usai menggelar pertemuan dengan awak media di ruang pertemuan PT ASDP Ketapang.

Tahun ini, Pelabuhan ASDP Ketapang telah menambah kapasitas area parkir di sisi timur dekat pintu keluar dengan kapasitas daya tampung sekitar 250 unit kendaraan. Pada Sabtu (24/12/2017), lokasi parkir baru ini terlihat lengang. Dilihat dari sisi produksi, libur Nataru tahun 2017 terjadi peningkatan jumlah penumpang.

Sejauh ini, kapal yang melayani trip Ketapang – Gilimanuk berjumlah 32 unit yang sandar di 7 dermaga. Angka ini termasuk layanan normal seperti hari-hari biasa. Sejatinya, PT ASDP Ketapang telah menyiagakan 48 kapal. Sebanyak 16 kapal masih dicadangkan dan bakal dioperasikan saat aktivitas penyeberangan krodit.

“Saat normal per kapal bisa beroperasi sembilan trip perhari. Apabila menunjukkan kepadatan akan ditingkatkan menjadi 10 trip per kapal. Puncak arus penumpang diprediksi terjadi pada 22-23 dan 29-31 Desember 2017,” urai Djunia Satriawan.

PT ASDP Ketapang tidak menyediakan kapal cepat karena jarak Ketapang – Gilimanuk terlalu pendek. Trip pendek ini cukup dilayani menggunakan kapal roro. Apalagi Selat Bali memiliki karakteristik arus yang kuat dan berbeda dengan wilayah lain. Idealnya, perairan ini harus ditempuh oleh kapal dengan kecepatan 30 knot. Jika menggunakan kapal cepat dengan bodi yang pendek sangat rentan mengalami kecelakaan laut.

SUBAHRODIN YUSUF