Pulang ke Banyuwangi, Anas cerita mengapa Megawati memilihnya jadi Cawagub

0
163
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul, kiri) dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menjadi pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di pilgub Jawa Timur 2018. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id) – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas telah resmi dipilih PDI Perjuangan (PDIP) untuk maju menjadi calon wakil gubernur, mendampingi Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jawa Timur 2018. Usai deklarasi pemilihan Cagub dan Cawagub yang diusung PDIP di Jakarta, Minggu (15/10/2017), keesokan harinya Anas bercerita mengapa dirinya dipilih Ketua Umum PDIP Megawati untuk menjadi Cawagub Jawa Timur.

“Tentu ini kehormatan bagi kami. Karena ini kehormatan maka akan kami persiapkan dengan baik. Ketua umum menyampaikan dipilihnya kami bukan semata mata keterpilihan, tapi target beliau jika terpilih bisa mengolah pemerintahan dengan baik,” ujar Anas sperti dikutip Merdeka.com di Bandara Banyuwangi, Senin (16/10/2017) sore.

Mendapat kepercayaan tersebut, Anas mengatakan akan mempersiapkan dengan baik. Seperti mulai mengenal lebih mendalam lagi tentang kondisi Jawa Timur.

“Maka dari itu kami akan mempersiapkan dengan baik, mulai membaca yang lebih luas tentang Jawa Timur. Dan akan membangun silaturahmi dengan banyak pihak,” jelasnya.

Anas melanjutkan, mengapa dia dipilih Megawati sebagai Cawagub, karena dinilai mampu berkomunikasi dengan generasi millenial.

“Anak-anak muda yang sekarang trennya cara komunikasinya sudah berbeda dengan IT dan mereka juga menjadi bagian yang ikut menentukan dalam politik dan ekonomi nasional di masa yang akan datang,” jelasnya.

Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memang rutin menggelar kegiatan yang menguatkan SDM generasi millenial ke arah lebih positif. Seperti rutin menggelar workshop internet marketing yang diikuti ribuan anak muda setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga memanfaatkan jaringan informatika untuk berbagai pelayanan publik. Di Banyuwangi juga sudah memasang 1400 titik Wifi yang tersebar di seluruh desa untuk mendukung akses belajar dan konektivitas pelayanan publik yang cepat dari desa ke kota.

(Eko Prastyo)