Oprasi Zebra Semeru 2018, Helm SNI Mendominasi Pelanggaran Lalulintas

0
31
Caption: Kasatlantas AKP Prianggo Malau Parlindungan SIK memimpin jalannya jumpa pers didampingi para perwira di Korps Sabuk Putih.

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id) – Pelanggaran di wilayah lalu lintas Banyuwangi masih didominasi oleh penggunaan helm Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari 2.592 pelanggaran, sebanyak 414 soal sarana pelindung kepala saat berkendara.

Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Prianggo Malau Parlindungan SIK, menjelaskan masalah ini kepada awak media, Senin (19/11/2018). Hasil Operasi Zebra Semeru 2018 yang digelar selama dua pekan juga mengungkap tentang perilaku melawan arus pengendara selama meluncur di jalanan.

“Ditambah menggunakan ponsel saat berkendara angkanya 51 pelanggar. Dari tiga kategori ini semuanya terbilang menurun dibanding periode sebelumnya,” jelasnya saat jumpa pers di Mapolres Banyuwangi.

Masalah pengendara di bawah umur bahkan masih perlu diantisipasi. Jumlahnya sebanyak 124 pelanggar. Tidak memakai sabuk pengaman untuk pengemudi mobil berjumlah 187 kasus. Sedangkan soal lain-lain sebanyak 1. 715 perkara.

Data Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, pada Operasi Zebra Semeru 2016 jumlah pelanggaran tilang sebanyak 1.152 kasus. Sedangkan di tahun 2017 meningkat menjadi 4.822 pelanggar dan 2018 turun menjadi 2.592 perkara.

“Turun mungkin karena pengendara mulai sadar soal tertib lalulintas atau karena tahu ada operasi sehingga tertib. Tapi kita ambil sisi positifnya saja,” ungkapnya didampingi para perwira Satlantas Polres Banyuwangi.

Terhitung sejak 30 Oktober hingga 12 November 2018, titik operasi dilaksanakan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadi kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, dan rawan kemacetan. Pelaksanaan operasi difokuskan pada 10 titik, diantaranya depan Hotel Santika, Masjid Baiturrahman Banyuwangi, jembatan timbangan Watu Dodol, jembatan timbang Kalibaru, Jalan Wahid Hasyim Genteng, Jalan Raya Jember-Gambiran, simpang empat Tembokrejo Muncar, depan Polsek Gambiran, dan Hotel Mahkota Genteng.

Selain 10 titik tersebut, juga digelar di sejumlah lokasi lainnya secara insidentil, karena dikhawatirkan justru pelanggaran lalu lintas terjadi di luar 10 lokasi tersebut. Hampir seluruh pelanggar dikenakan sanksi tilang dengan membayar denda. Tapi yang terbanyak, mereka melakukan pembayaran denda dengan sistem e-tilang.

Reporter: C1/KB Banyuwangi
Editor/Publisher: Eko Prastyo