Tolak Delegitimasi Pemilu 2019, Massa Banyuwangi Bela Bangsa Gelar Unjuk Rasa

0
14

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id) – Demam bela KPU dan Bawaslu tidak hanya terjadi di Ibukota Jakarta saja, tetapi juga merembet ke daerah. Seperti dilakukan oleh puluhan orang yang mengatasnamakan Banyuwangi Bela Bangsa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor KPU Banyuwangi, Jumat (17/5/19). Kedatangan mereka untuk menolak adannya kelompok yang akan mendelegitimasi KPU dan Bawaslu. Mereka meminta pihak yang tidak puas menindaklanjuti hasil pemilu melalui mekanisme yang ada.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 15.30 WIB. Massa langsung melakukan orasi mendukung kinerja KPU dan Bawaslu yang telah menjalankan tugasnya melaksanakan Pemilu 2019 dengan sukses. Massa juga membentangkan spanduk dan poster.

“Dukung KPU, Bawaslu, TNI dan Polri untuk NKRI,” seru mereka yang dituliskan pada salah satu posternya.

Selain berorasi, peserta juga menggalang tanda-tangan penolakan gerakan people power. Setelah ditandatangani, spanduk berisi berisi tanda tangan dukungan itu diserahkan kepada KPU Banyuwangi. Perwakilan massa juga memberikan bunga mawar kepada ketua KPU, ketua Bawaslu dan perwakilan dari polres sebagai bentuk apresiasi kerja lembaga tersebut.

Koordinator Banyuwangi Bela Bangsa, Eko Sukartono menyatakan, aksi itu dilakukan menyusul adanya ancaman delegitimasi KPU dan Bawaslu. Dia bersama seluruh elemen yang tergabung dalam Banyuwangi Bela Bangsa ingin menghadang ancaman delegitimasi itu.

“Kami masyarakat Banyuwangi siap menghadang itu,” tegasnya.

Mantan wakil ketua DPRD Banyuwangi itu meminta warga Banyuwangi agar tidak ada yang berangkat ke Jakarta pada 22 Mei mendatang. Sebab, aksi delegitimasi KPU dan Bawaslu itu gerakan yang semaunya sendiri.

Menurut Eko, pemilu ada tahapannya. Dia meminta semua pihak menunggu sampai tahapan pemilu selesai.

“Maka kita berharap sadarlah. Jangan sampai terjadi pengerahan massa. Justru kita akan diadu domba. Lakukan dengan mekanisme yang ada. Terakhir ada MK,” tandasnya.

Ketua KPU Banyuwangi Syamsul Arifin mengucapkan terima kasih atas dukungan elemen masyarakat kepada KPU. Hal itu menandakan selama ini tahapan dan kinerja KPU diapresiasi oleh publik.

Dia mengatakan, masyarakat bisa melihat sendiri setiap tahapan pemilu tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada yang kita sembunyikan.

“Semuanya bisa dikawal, bisa dilihat dan bisa dicek. Saya bersyukur ada elemen masyarakat yang bisa secara objektif melihat kinerja KPU,” ujar mantan wartawan Radar Banyuwangi itu. (Apong/Juma’at)

Caption : Puluhan massa yang mengatasnamakan Banyuwangi Bela Bangsa saat berunjuk rasa memberikan dukungan kepada KPU dan Bawaslu