Gubernur Jatim Dukung Terbentuknya SMA Taruna Bhayangkara

0
72
Caption : Penandatanganan kesepakatan antara Gubernur Jawa Timur dan Kepolisian Negara RI tentang peningkatan kwalitas SDM bidang pendidikan, Jumat (22/3/2019) di Gedung negara Grahadi, Surabaya.

SURABAYA (kabarbanyuwangi.co.id) – Pemerintah Provinsi Jatim terus menyiapkan pendidikan berbasis boarding school di Jatim, salah satunya dengan menyiapkan SMA Taruna Bhayangkara di Banyuwangi.

Hal ini diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan kerjasama antara Gubernur Jatim dan Kepolisian Negara RI tentang peningkatan kualitas SDM bidang pendidikan menengah jatim di gedung Grahadi, Jumat (22/3/2019).

Asisten Polri Bidang SDM, Irjen Pol Eko Indra Heri, menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, dengan pendidikan taruna sejak sekolah menengah dapat semakin menyiapkan SDM generasi milenial yang nantinya menjadi penerus bangsa.

“Sebanyak 43 persen anggota Polri adalah milenial yang tidak lepas dari teknologi. Berbeda dengan pemimpin saat ini masih baby boomer yang belum terlalu update teknologi,” kata Indra.

Untuk itu,lanjutnya, generasi saat ini harus disiapkan dari segi soft skill dan komunikasi kepemimpinan.

“Pendidikan semi militer akan menjadikan pemimpin hebat di masanya. Nanti kalau sudah kelas XI atau XII ada yang ingin melanjutkan taruna, taruni atau akpol bisa disiapkan,”paparnya.

Kepala Dinas pendidikan Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan SMAN 2 Genteng Banyuwangi akan dikonversi menjadi SMA Taruna Bhayangkara. Lahan sebesar 10 hektar telah disiapkan, bahkan saat ini sedang proses menyiapkan asrama.

“Kurikulumnya nanti akan disiapkan mulai dari pembekalan, seragam sampai gurunya, termasuk yang saat ini sudah menjadi siswa SMAN 2 Genteng “paparnya.

Rencananya penerimaan siswa baru akan dimulai pada ajaran 2019 dengan kapasitas 200 siswa baru. Dengan kuota siswa luar jatim 20 persen.

“Animo sekolah taruna kami sebelumnya sangat besar makanya kami meningkatkan kuota luar Jatim karena SMA Taruna sasarannya nasional,”ujarnya.

Dengan standar boarding school yang ada, Saiful yakin SDM lulusan sekolah Taruna akan memiliki kualitas yang baik. Bahkan memiliki peluang masuk sekolah taruna atau akpol lebih besar.

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menambahkan dengan adanya boarding school bisa meningkatkan bela negara dengan baik.

“Saya melihat sejumlah sekolah dengan kurikulum yang sama, tempat makan saja nggak boleh pindah. Jadi kalau kosong segera diketahui dan terpantau.Jam makan dan jam pulang juga terpantau, sekolah bentuk ini sebagai bentuk kedisiplinan,”pungkasnya.

Saat ini Jatim telah memiliki SMAN Nala di Malang dan SMAN Angkasa di Madiun.SMAN Nala merupakan kerjasama antara Pemprov Jatim dengan TNI Angkatan Laut.

Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Juni tahun lalu. Sedangkan, SMAN Angkasa yang merupakan kerjasama antara Pemprov Jatim dengan TNI Angkatan Udara diresmikan Soekarwo Desember tahun lalu.

Rencananya selain pembukaan SMA Taruna Bhayangkara, pada tahun 2019 ini juga akan dibuka lagi SMA Brawijaya di Kediri.

(KB/Surabaya)