Di Surabaya, Puluhan ABG Kedapatan Mabuk Lem di Balai RT

0
51
Caption : ABG yang kedapatan mabuk lem diamankan di Mapolsek Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

SURABAYA (kabarbanyuwangi.co.id) – Polsek Tenggilis Mejoyo, Polrestabes Surabaya mengamankan sepuluh anak baru gede (ABG) yang diketahui menghiap lem castol di Balai RT II/RW III, Jalan Kutisari Selatan I, Surabaya.

Puluhan anak itu diamankan Polsek Tenggilis pada Minggu (11/11/2018) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka terdiri dari 8 laki-laki dan 2 perempuan.

Mereka diantaranya masih bersekolah SD, SMP serta sudah keluar dari sekolah antara lain, AS (10) pelajar kelas IV SD tinggal di Jalan Kutisari, AAZ (15) pelajar kelas III SMP, TAG (13) kelas I SMP, Fahrudin Maulana (18) kerja serabutan, AM (13) kelas I SMP, ZMK (13) kelas II SMP, mereka diketahui tinggal di Jalan Siwalankerto, Surabaya.

Kemudian AEK (13) dan DIK (13) keduanya pelajar kelas I SMP tinggal di Jalan Kutisari Utara. ESP (14) warga Jalan Kutisari Selatan dan FIZ (14) warga Jalan Kendangsari gang Lebar keduanya tercatat siswi SMP kelas 2.

Kanit Reskrim Polsek Tenggilis, AKP Puguh Suhandhono mengungkapkan, petugas langsung bergerak ke lokasi setelah mendapat laporan warga yang curiga mengetahui ulah mereka.

“Puluhan anak itu sedang nge-fly. Dilokasi juga diamankan sejumlah lem Castol yang sudah selesai mereka hirup hingga menimbulkan efek mabuk,” kata Puguh, Senin (12/11/2018).

Lanjut Puguh, dari 10 anak itu, 9 masih di bawah umur dan 1 anak sudah berusia 18 tahun namun sudah tidak bersekolah lagi.

Semua anak akhirnya diangkut ke Mapolsek Tenggilis Mejoyo untuk dimintai keterangan. Hasilnya, mereka mabuk lem dengan cara menuangkan cairan lem ke sebuah wadah kemudian menghirupnya dalam-dalam.

Dalam penyelidikan, anak-anak tersebut mengaku jika ingin mabuk tapi tidak punya uang yang cukup. Dengan menggunakan lem maka akan terhindar dari bau miras.

Namun jika menggunakan miras maka mereka harus meminta uang jajan, itu yang tidak meraka lakukan karena takut diketahui oleh orang tuanya.

Setelah menjalani pemeriksaan dan juga memanggil para orang tua anak yang terjaring akhirnya petugas memulangkan dan juga memberi himbauan semua orangtuanya agar anaknya tidak mengulanginya lagi.

Reporter: KB Surabaya
Editor/Publisher: Eko Prastyo