De Djawatan Indah di Mata Adem di Hati

0
93
Caption: Papan nama wisata De Djawatan, Benculuk, Cluring, Banyuwangi.

CLURING (kabarbanyuwangi.co.id) – Berlibur dengan keluarga, tentu saja menjadi salah satu pilihan untuk mengisi libur akhir pekan bagi siapa saja. De Djawatan, wisata hutan Trembesi yang berada di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten  Banyuwangi, Jawa Timur ini bisa menjadi pilihan tempatnya.

Bukan hutan Trembesi biasa. Karena keberadaan pohon Trembesi disana rata-rata berusia ratusan tahun. Tentu saja ukuran pohonnya menjadi raksasa dan menggoda mata.

Berada disana, serasa berada dibawah rangkaian payung alam raksasa. Sejuk dan asri. Di Djawatan, pengunjung bisa bersantai sambil berswafoto.

Caption: Delman/dokar yang selalu mengantar pengujung untuk berkeliling mengelilingi De Djawatan, Benculuk, Cluring, Banyuwangi.

Namun banyak yang memilih berkeliling dengan mengendarai Delman atau Dokar untuk menikmati hutan Trembesi seluas sekitar 4,8 hektar ini. Cukup dengan membayar Rp 10 ribu/orang, kusir delman akan mengantar berkeliling.

“Setiap hari banyak pengunjungdisini, tapi yang paling ramai yakni hari Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional,” ujar Suroto, salah satu Kusir Delman di Djawatan, saat ditemui kabarbanyuwangi.co.id, Senin (26/11/2018).

Wisata Djawatan ini milik dan dikelola langsung Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Dulunya, sebagai tempat penimbunan hasil hutan khususnya kayu. Dan terkenal dengan nama Tapel Pelas.

Administratur (ADM) KPH Banyuwangi Selatan, Dwidjono Kiswurjanto mengatakan, konsep wisata Djawatan ini lebih kepada ekowisata. Secara bertahap, pihaknya akan trus melakukan perbaikan dan pembenahan fasilitas yang ada di wisata De Djawatan secara berkala.

“Dokar atau Delman misalnya, itu merupakan mitra kita untuk dijadikan ajang atraksi bagi para wisata yang ada disini,” jelasnya.

Caption: Pembangunan gasebo di areal De Djawatan,Benculuk,Cluring, Banyuwangi.

Saat ini, pihaknya juga tengah mempersiapkan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Seperti, pembangunan gazebo,  penambahan lahan parkir baru, café coffee, food couer dan ATV. Sejauh ini De Djawatan hanya dibuka setiap pagi sampai sore saja, namun dalam waktu dekat De Djawatan akan buka sampai malam hari.

“Lampu-lampu hias sekaligus sebagai penerangan akan kita instalasi lagi. Kita akan terus lakukan pembenahan secara berkala,” katanya.

Lebih lanjut, Pihaknya saat ini Perhutani mengelola tiga wisata, diantaranya wisata De Djawatan Kecamatan Purwoharjo, Pantai Grajakan, Kecamatan Purwoharjo dan Pantai Pulau Merah yang berada di Kecamatan Pesanggaran.

‘’Pengelolaan wisata yang saat ini ditangani langsung oleh Perhutani, itu hanya Wisata Grajagan, sementara untuk Pantai Pulau Merah dikelola oleh Pemkab Banyuwangi melalui Pokmas dan BUMDes Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran,’’ bebernya.

Salah satu pengunjung asal Kabupaten Probolinggo, Endang (35) mengaku tahu ada wisata Hutan De Djawatan Benculuk ini dari temannya yang berada di Banyuwangi. Ia datang bersama dengan 22 rekan-rekannya saat melaksanakan kegiatan Bimtek PKK Kabupaten Probolinggo di Kabupaten Banyuwangi.

“Baru kali pertama ini saya ke sini, pemandangannya sangat bagus dan udaranya sangat sejuk,” katanya.

Sementara itu, pengelola De Djawatan, Mus  Mulyadi menambahkan bahwasanya keberadaan  De Djawatan ini dikelola bersama dengan Pokmas Trembesi yang anggotanya yang berasal dari Masyarakat sekitar De Djawatan.

’’Ini sebagai bentuk komitmen pihak Perhutani KPH Banyuwangi  dalam pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan potensi wisata,’’ tutupnya.

Reporter: C1/KB Banyuwangi
Editor/Publisher: Eko Prastyo