BSN Beri Penghargaan Pakde Karwo sebagai Tokoh Pemrakarsa Standardisasi

0
47
Caption : BSN Beri Penghargaan Pakde Karwo sebagai Tokoh Pemrakarsa Standardisasi.

SURABAYA (kabarbanyuwangi.co.id) – Pameran Indonesia Quality Expo (IQE) ke-6 yang digagas Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan digelar di Grand City Convex Surabaya, hari ini resmi dibuka Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo.

Pameran yang diikuti oleh lebih dari 50 instansi dan akan berlangsung hingga 28 Oktober 2018 ini, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Standar Dunia dan Bulan Mutu Nasional tahun 2018.

Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo dalam kesempatan itu pula, juga mendapat penghargaan sebagai Tokoh Standardisasi kategori Pemrakarsa dari BSN, karena komitmen dan keseriusannya dalam memimpin Jatim menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dengan memberikan insentif sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Sementara itu, Pakde Karwo dalam sambutannya, mengatakan bahwa standardisasi merupakan faktor penting dalam industri perdagangan. Karena suatu produk yang telah terstandardisasi atau memiliki sertifikat SNI akan menumbuhkan kepercayaan kepada pembeli. Terlebih lagi dalam era kemajuan teknologi informasi saat ini, masyarakat lebih senang membandingkan produk dalam negeri dengan negara lain atau yang berstandar internasional.

“Ini kultur baru di masyarakat soal kepercayaan. Jadi standardisasi ini yang membuat industri perdagangan di Jatim berkembang,” katanya, seusai menerima penghargaan yang diserahkan oleh Kepala BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc., Kamis (25/10/2018).

Selain menumbuhkan kepercayaan, lanjut Pakde Karwo, penerapan SNI pada produk IKM di Jatim sangat penting dalam meningkatkan mutu, daya saing dan pertumbuhan usaha yang sehat. Apalagi perdagangan dalam negeri Jatim sangat baik dimana pada tahun 2017 tercatat surplus sekitar 164 triliun rupiah.

“Kami terus mendorong para pelaku IKM agar produknya terstandardisasi, apalagi hasil sensus tahun 2016 lalu jumlah UMKM di Jatim 12,1 juta, naik sekitar 300 persen dari tahun 2018 yang sebanyak 4,2 juta UMKM,” katanya.

Sementara Kepala BSN Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc mengatakan, ini merupakan kedua kalinya Jatim dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Bulan Mutu Nasional.

“Ini tidak terlepas dari dukungan kuat dari Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Pakde Karwo,” terangnya.

Caption : Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo didampingi Kepala BSN, Prof. Dr. Bambang Prasetya, M.Sc. (kanan) melihat-lihat area Pameran Indonesia Quality Expo (IQE) ke-6 yang digagas Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Bambang juga menambahkan, penyelenggaraan Bulan Mutu Nasional sudah menjadi tradisi sejak lama di Indonesia. Hal ini dikarenakan adanya kesadaran kuat bila ingin berkompetisi dengan baik maka tidak bisa meninggalkan standardisasi.

“Inilah pentingnya standardisasi, karena suatu industri bila ingin masuk pasar harus dijamin dengan produknya  yang bagus,” terang Bambang.

Sementara terkait dengan soft launching Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN di Provinsi Jatim yang bertempat di Surabaya, Bambang menegaskan bahwa hal tersebut merupakan pilihan Bappenas karena Jatim dinilai sebagai provinsi maju dalam bidang industri dan jumlah UMKM yang banyak.

“Keberadaan KLT ini nantinya dapat mengintensifkan IKM untuk datang berkonsultasi terkait proses standardisasi. Dan kami berharap, dengan adanya IKM ini, jumlah IKM di Jatim yang terstandardisasi akan terus meningkat,” pungkasnya. (*)

Reporter : Edmen Paulus
Editor/Publisher : Eko Prastyo