Banyuwangi Diproyeksikan Sebagai Kawasan Industri Perfilman

0
74
Banyuwangi diproyeksikan jadi pusat Industri perfilman Indonesia.

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id) – Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjajaki kemungkinan Banyuwangi dikembangkan sebagai kawasan industri film nasional.

Kepala Bidang Perijinan dan Pengendalian Film, Pusbang Film, M. Kholid Fathoni, mengatakan, sampai saat ini Indonesia belum memiliki kawasan industri perfilman seperti halnya Bollywood di India atau Hollywood di Amerika Serikat.

”Pemerintah ingin mengembangkan kawasan yang dikenal sebagai industri perfilman, dan Banyuwangi kami lihat punya potensi untuk itu,” ujarnya.

Pusbang Film berada di Banyuwangi untuk mensosialisasikan dan mengoordinasikan pembuatan film oleh kru asing yang dilakukan di Banyuwangi. Di kabupaten ujung timur Jawa itu, beberapa pembuatan film dan iklan televisi yang melibatkan warga asing memang sudah mulai kerap dilakukan, di antaranya sebuah produk kosmetik yang melibatkan bintang Korea.

Kholid mengatakan, Banyuwangi punya potensi alam untuk dijadikan lokasi syuting film. Selain itu, pemerintah daerahnya cukup giat dan kooperatif dalam mendorong kegiatan kreatif seperti pembuatan film.

”Di sini ada gunung, pantai, perkebunan, dan kebutuhan landscape perfilman lainnya. Tapi yang terpenting adalah kooperatifnya pemerintah daerah. Kami melihat Banyuwangi pemerintahanya sangat kooperatif akan hal-hal yang baru,” jelas Kholid.

Meski letak Banyuwangi yang jauh dari pusat pemerintahan seperti Jakarta atau Surabaya, Kholid tidak mempermasalahkan. Dia mengambil contoh, kawasan industri film di Malaysia, Pinewood, itu terletak di Nusajaya, Johor, Malaysia. Tidak terletak di Kuala Lumpur sebagai ibu kota Malaysia. Pinewood merupakan kawasan industri film yang dikembangkan oleh pemerintah Malaysia, namun atas dasar inisiasi dari pemerintah daerah setempat.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mendukung rencana dibuatnya kawasan industri film di Banyuwangi. Anas mengatakan selama ini, Banyuwangi terus mengembangkan upaya kreatif anak-anak muda Banyuwangi di dunia perfilman.

“Kami rutin menggelar lomba video kreatif bagi anak-anak muda Banyuwangi. Selain itu, kami bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong bergeraknya sektor ekonomi kreatif Banyuwangi dengan terlibat dalam beberapa program,” kata Anas.

Bahkan Bekraf memilih Banyuwangi sebagai salah satu daerah kreatif yang dipromosikan sebagai lokasi syuting pada Festival Film Cannes 2017, 17-28 Mei lalu, di Cannes, Perancis.

(Eko Prastyo)