Baliho Caleg di Bilboard Tak Dicopot

0
57
Caption: Salah satu baliho caleg di area beretribusi yang tak ditertibkan Bawaslu Banyuwangi.

BANYUWANGI (kabarbanyuwangi.co.id) – Penertiban alat peraga kampanye (APK) yang dilakukan secara serentak oleh Bawaslu Banyuwangi ternyata tidak merata. Terbukti masih terpampang baliho caleg berukuran besar di papan reklame beretribusi di area strategis.

Lihat saja di Perempatan Cungking, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Baliho caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih kokoh terpasang. Tampilan yang sama juga ada di jalan menuju Pantai Bom.

Sesuai Surat Edaran Bawaslu No. 1990 Tahun 2018 poin 7 jelas tertuang peserta pemilu, pelaksana kampanye dan tim kampanye dilarang memasang alat peraga kampanye yang dikenakan retribusi kecuali yang difasilitasi ketetapan KPU.

Caption: Salah satu baliho caleg di area beretribusi yang tak ditertibkan Bawaslu Banyuwangi.

Jamaludin, Komisioner KPUD Banyuwangi Devisi Publikasi belum memberikan jawaban atas masalah ini. Tapi Komisioner Devisi Hukum KPUD Banyuwangi, Edi Saiful Anwar, menegaskan institusinya tak memberikan ketetapan terhadap pemasangan baliho di area beretribusi.

“KPU tidak pernah memberikan penetapan. Namun peserta pemilu memang diberi kewenangan memasang lima APK tambahan di tiap desa. Tinggal yang di Perempatan Cungking itu termasuk APK tambahan atau tidak. Coba saja dihitung,” sanggahnya.

Sampai 13 Desember 2018 pagi APK itu masih terpampang. Versi Ketua Bawaslu Banyuwangi, Hamim, pihaknya akan menindak semua APK yang melanggar. Termasuk yang dipasang di papan reklame beretribusi.

“Kita sudah koordinasi dengan Dispenda dan Satpol PP. Pihak persewaan bilboard bahkan telah kita tembusi,” tegasnya.

Menurut Hamim, gerakan penertiban APK di Bumi Blambangan sudah merata. Dan itu dijalankan secara menyeluruh di tingkat kabupaten. Dia lantas membandingkan dengan kondisi gambar APK di Jember yang masih ramai menghiasi area strategis.

“Penertiban APK di Banyuwangi sudah menyeluruh di semua tingkatan Bawaslu,” tepisnya.

Komisioner Bawaslu Devisi Penindakan Pelanggaran Anang Lukman menjelaskan, pencopotan baliho caleg yang terpasang di bilboard akan digelar Senin (17/12/2018). Itu karena tenaga Satpol PP yang terbatas.

“Senin kita tertibkan baliho caleg di bilboard,” katanya.

Kabar penertiban APK yang tak merata itu sudah beredar pada aksi hari pertama, Rabu (12/12/2018). Alat peraga kampanye yang ditertibkan hanya menyasar caleg yang belum punya nama. Untuk peserta pemilu yang punya nama besar dikesampingkan.

Sementara itu, Anggota Panwascam Giri, Irham Kusuma, mengaku tak kuasa untuk menertibkan baliho yang terpasang di Perempatan Cungking karena menjadi domain Bawaslu Banyuwangi.

“Kemarin sudah kita koordinasikan dengan pihak kabupaten. Katanya penertiban baliho caleg di bilboard akan dijalankan Bawaslu,” tukasnya.

Reporter: C1/KB Banyuwangi
Editor/Publisher: Eko Prastyo